Showing posts with label Keterampilan Memecahkan Konflik. Show all posts
Showing posts with label Keterampilan Memecahkan Konflik. Show all posts

Cara Sehat Dan Tidak Sehat Dalam Mengelola Dan Menyelesaikan Konflik


Respon tidak sehat atas konflik
  • Ketidakmampuan untuk mengenali dan merespon berbagai hal yang penting bagi orang lain.
  • Reaksi meledak-ledak, marah, penuh rasa sakit hati, dan penuh kebencian.
  • Kegagalan cinta menghasilkan penolakan, isolasi, malu, dan takut ditinggalkan.
  • Ketidakmampuan untuk berkompromi atau melihat dari sisi orang lain.
  • Ketakutan dan penghindaran konflik, harapan untuk hasil yang buruk.
-->
Respon sehat atas konflik
  • Kapasitas untuk mengenali dan merespon berbagai hal yang penting bagi orang lain.
  • Reaksi tenang, non-defensif, dan hormat.
  • Kesiapan untuk memaafkan dan melupakan, dan bergerak melewati konflik tanpa bertahan pada kebencian atau kemarahan.
  • Kemampuan untuk melakukan kompromi dan menghindari menghukum.
  • Keyakinan bahwa menghadapi konflik dengan kepala dingin adalah hal terbaik bagi kedua belah pihak. 
Sumber : http://www.helpguide.org/mental/eq8_conflict_resolution.htm

101 Macam Konflik

Apa saja dampak konflik yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari?
Konflik lebih dari sekedar perselisihan. Hal ini adalah suatu situasi di mana satu atau kedua belah pihak menganggap adanya ancaman (benar atau tidak ancaman tersebut nyata).

Konflik terus membusuk ketika diabaikan. Karena konflik melibatkan ancaman yang dirasakan untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup, konflik tinggal bersama kita sampai kita menghadapinya dan menyelesaikannya.
Kita merespon konflik berdasarkan persepsi kita terhadap situasi, belum tentu suatu kajian objektif terhadap fakta. Persepsi kita dipengaruhi oleh pengalaman hidup, budaya, nilai, dan keyakinan.

Konflik memicu emosi yang kuat. Jika anda tidak nyaman dengan emosi anda atau tidak mampu mengelolanya pada saat stres, anda tidak akan dapat menyelesaikan konflik dengan sukses.
Konflik adalah suatu kesempatan untuk tumbuh. Ketika anda mampu menyelesaikan konflik dalam suatu hubungan, hal itu membangun kepercayaan. anda dapat merasa aman mengetahui hubungan anda bisa bertahan atas tantangan dan perbedaan pendapat.

Sumber : http://www.helpguide.org/mental/eq8_conflict_resolution.htm

Tips Mengelola Dan Menyelesaikan Konflik

Mengelola dan menyelesaikan konflik membutuhkan kemampuan mengurangi stres dengan cepat dan membuat emosi anda menjadi seimbang. Anda dapat memastikan bahwa proses tersebut sepositif mungkin dengan tetap berpegang pada pedoman berikut:

1. Dengarkan apa yang dirasakan serta katakan. Ketika kita mendengarkan, kita terhubung lebih dalam dengan kebutuhan dan emosi kita sendiri, dan juga pada orang lain. Mendengarkan juga menguatkan kita, memberitahu kita, dan membuat lebih mudah bagi orang lain untuk mendengarkan kita ketika giliran kita berbicara.

2. Membuat pemecahan konflik menjadi prioritas ketimbang menang atau yang benar. Memelihara dan memperkuat hubungan, bukan "memenangkan" argumen, harus selalu menjadi prioritas pertama anda. Bagaimana anda menghormati orang lain dan sudut pandangnya.



3. Fokus pada saat ini. Setelah anda berada panasnya perdebatan, mudah untuk mulai melemparkan keluhan masa lalu dalam perdebatan. Daripada melihat ke masa lalu dan menyalahkan, fokus pada apa yang dapat anda lakukan di masa sekarang untuk memecahkan masalah.

4. Pilih perkelahian anda. Konflik dapat menyerap energi, jadi penting untuk mempertimbangkan apakah masalah ini benar-benar layak menghabiskan waktu dan energi anda. Jika anda memilih saat tepat untuk berkelahi, daripada berkelahi pada setiap hal kecil, orang lain akan menganggap anda lebih serius ketika anda marah.

5. Bersedia untuk memaafkan. Menyelesaikan konflik tidak mungkin jika anda tidak bersedia atau tidak mau mengampuni. Pemecahan terletak pada melepaskan dorongan untuk menghukum, yang tidak pernah dapat mengkompensasi kerugian kita dan hanya menambah luka dengan lebih mengurangi dan menguras kehidupan kita.

6. Tahu kapan harus membiarkan sesuatu berjalan. Jika anda tidak dapat mencapai kesepakatan, semua pihak setuju untuk tidak setuju, maka dibutuhkan dua orang untuk membiarkan argumen terjadi. Jika konflik tetap berjalan di tempat, anda dapat memilih untuk melepaskan diri dan terus maju.

Sumber : http://www.helpguide.org/mental/eq8_conflict_resolution.htm

Humor, Kebijaksanaan Yang Dapat Digunakan Memadamkan Konflik Secara Efektif

Ketika stres dan emosi dibawa ke dalam keseimbangan, maka kapasitas anda untuk kegembiraan, kesenangan dan bermain-main akan terlepaskan.

Kegembiraan adalah sumber daya kuat yang menipu. Studi menunjukkan bahwa anda dapat mengatasi kesulitan, selama anda terus memiliki saat-saat menggembirakan. Humor memainkan peran yang sama ketika menghadapi konflik.



Anda dapat menghindari banyak konfrontasi dan menyelesaikan argumen dan perbedaan pendapat dengan berkomunikasi dengan cara humoris. Humor dapat membantu anda mengatakan berbagai hal yang mungkin sulit diekspresikan tanpa menyinggung seseorang. Namun, penting bahwa anda tertawa dengan orang lain, bukan atas mereka.

Ketika humor dan bermain digunakan untuk mengurangi ketegangan dan kemarahan, masalah terangkat, dan menempatkan situasi sesuai perspektif, konflik sebenarnya dapat menjadi peluang untuk hubungan dan keintiman yang lebih besar.

Sumber : http://www.helpguide.org/mental/eq8_conflict_resolution.htm

Komunikasi Nonverbal Memainkan Peran Besar Dalam Pemecahan Konflik

Informasi yang paling penting dipertukarkan selama konflik dan argumen sering dikomunikasikan secara nonverbal. Komunikasi nonverbal disampaikan oleh ekspresi wajah, postur, gerakan, langkah, nada dan intensitas suara, yang didorong emosi.

Komunikasi yang paling penting adalah tanpa kata-kata
Ketika orang marah, kata-kata yang mereka gunakan jarang menyampaikan masalah-masalah dan kebutuhan pada jantung masalahnya. Ketika kita mendengarkan apa yang dirasakan, serta apa yang dikatakan, kita terhubung lebih dalam dengan kebutuhan dan emosi kita sendiri, dan orang lain. Mendengarkan dengan cara ini juga menguatkan kita, memberitahukan kita, dan membuat orang lain lebih mudah untuk mendengarkan kita.
Ketika anda berada di tengah-tengah konflik, perhatikan dengan seksama sinyal nonverbal orang lain sehingga dapat membantu anda mengetahui apa yang orang lain benar-benar katakan. Hal ini akan memungkinkan anda untuk merespon dengan cara yang membangun kepercayaan, dan sampai pada akar masalah. Nada suara yang tenang, sentuhan meyakinkan, atau ekspresi wajah tertarik atau peduli dapat terlaksana sehingga melegakan ketegangan.

Kemampuan anda untuk secara akurat membaca orang lain tergantung pada kesadaran emosional anda sendiri. Semakin sadar anda pada emosi sendiri, semakin mudah bagi anda untuk melihat pada petunjuk tanpa kata-kata, yang dapat mengungkapkan apa yang orang lain rasakan.

Sumber : http://www.helpguide.org/mental/eq8_conflict_resolution.htm



Kesadaran Emosional: Keterampilan Memecahkan Konflik Inti Yang Kedua

Kesadaran emosional adalah kunci untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Jika anda tidak tahu bagaimana perasaan anda atau mengapa anda merasa seperti itu, anda tidak akan mampu berkomunikasi secara efektif atau menyelesaikan perselisihan.

Meskipun mengetahui perasaan anda sendiri mungkin terdengar sederhana, banyak orang mengabaikan atau mencoba menyerap emosi yang kuat seperti kemarahan, kesedihan, dan ketakutan. Kemampuan anda untuk menangani konflik, bagaimanapun, tergantung pada terhubungnya ke perasaan ini. Jika anda takut pada emosi yang kuat atau jika anda bersikeras mencari solusi yang sangat rasional, kemampuan anda untuk menghadapi dan menyelesaikan perbedaan akan terganggu.
Mengapa kesadaran emosional merupakan suatu faktor kunci dalam menyelesaikan konflik?
Kesadaran emosional , pengalaman kesadaran emosional dari saat ke saat, dan kemampuan untuk mengelola semua perasaan anda secara tepat adalah dasar dari suatu proses komunikasi yang dapat menyelesaikan konflik.

Kesadaran emosional membantu anda: 
  • Memahami apa yang sebenarnya mengganggu orang lain. 
  • Memahami diri sendiri, termasuk apa yang sebenarnya mengganggu anda.
  • Tetap termotivasi sampai konflik tersebut teratasi. 
  • Berkomunikasi dengan jelas dan efektif. 
  • Menarik dan mempengaruhi orang lain. 


Menilai kemampuan anda untuk mengenali dan mengelola emosi 
Pertanyaan berikut membantu anda menilai tingkat kesadaran emosional. 
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan: hampir tidak pernah, kadang-kadang, sering, sangat sering, atau hampir selalu. Tidak ada hasil yang benar atau salah, hanya kesempatan untuk mengenal lebih respon emosional anda. 

Apakah jenis hubungan yang saya alami dengan emosi saya? 
  • Apakah anda mengalami perasaan yang mengalir, menghadapi satu demi satu emosi sebagai pengalaman yang berubah dari waktu ke waktu? 
  • Apakah emosi anda disertai dengan sensasi fisik yang anda alami di tempat-tempat tertentu seperti perut atau dada? 
  • Apakah anda mengalami perasaan dan emosi yang berlainan, seperti kemarahan, kesedihan, ketakutan, kegembiraan, masing-masing terungkap secara halus dalam ekspresi wajah? Dapatkah anda mengalami perasaan intens cukup kuat yang menangkap perhatian anda maupun orang lain? 
  • Apakah anda memperhatikan emosi anda? 
  • Apakah emosi anda faktor pembuatan keputusan anda?
Jika salah satu dari pengalaman ini tidak terbiasa dialami, emosi anda mungkin menolak atau bahkan mati. Dalam kedua kasus, anda mungkin perlu bantuan dalam mengembangkan kesadaran emosional. anda dapat melakukan ini dengan membaca pengembangan Kesadaran Emosional.

Sumber : http://www.helpguide.org/mental/eq8_conflict_resolution.htm


Melegakan Stres Dengan Cepat: Keterampilan Memecahkan Konflik Inti Yang Pertama

Mampu mengelola dan menghilangkan stres pada saat ini adalah kunci untuk tetap seimbang, fokus, dan terkontrol, tidak peduli apapun tantangan yang anda hadapi. Jika anda tidak tahu bagaimana tetap terpusat dan mengendalikan diri sendiri, anda akan menjadi kewalahan dalam situasi konflik dan tidak mampu merespon dengan cara yang sehat.




Psikolog Connie Lillas menggunakan analogi mengemudi untuk menggambarkan tiga cara yang paling umum orang merespon ketika mereka kewalahan oleh stres:
- Kaki pada gas. Suatu respon stres marah atau gelisah. anda panas, tegang, terlalu emosional, dan tidak mampu duduk diam.
- Kaki pada rem. Suatu respon stres menarik atau tertekan. anda diam, keluar ruang, dan menunjukkan sangat sedikit energi atau emosi.
- Kaki pada keduanya. Suatu respon stres tegang dan beku. anda "tegang" di bawah tekanan dan tidak bisa berbuat apa-apa. anda tampak lumpuh, tetapi di bawah permukaan anda sangat gelisah.

Stres mengganggu kemampuan untuk menyelesaikan konflik dengan membatasi kemampuan anda untuk: 
  • membaca komunikasi nonverbal orang lain secara akurat 
  • mendengarkan apa yang orang lain katakan 
  • menyadari perasaan anda sendiri 
  • berhubungan dengan kebutuhan anda yang berakar 
  • mengkomunikasikan kebutuhan anda dengan jelas
Apakah stres suatu masalah atau anda?
Anda mungkin begitu terbiasa stres sehingga anda bahkan tidak menyadari bahwa anda sedang stres. Stres dapat menjadi masalah dalam hidup jika anda mengidentifikasi berikut ini: 
  • Anda sering merasa tegang atau kejang pada suatu tempat di tubuh. 
  • Anda tidak menyadari gerakan di dada atau perut pada saat bernapas. 
  • Konflik menyerap waktu dan perhatian anda.

Pelajari cara untuk mengalahkan stres pada saat terjadi
Cara terbaik dengan cepat dan andal menghilangkan stres (jika anda tidak memiliki seseorang yang dekat untuk berbicara) adalah melalui indera: penglihatan, suara, sentuhan, rasa dan bau. Tetapi setiap orang merespon secara berbeda terhadap masukan sensorik indera, sehingga anda perlu mencari tahu indera apa yang dapat menenangkan anda.

Sumber : http://www.helpguide.org/mental/eq8_conflict_resolution.htm

Pemecahan Konflik Yang Sukses Tergantung Pada Kemampuan Anda Untuk Mengatur Stres Dan Emosi Anda

Konflik memicu emosi yang kuat dan dapat menyebabkan melukai perasaan, kekecewaan, dan ketidaknyamanan. Bila ditangani secara tidak sehat, dapat menyebabkan perpecahan, kebencian, dan perpisahan yang tidak dapat diperbaiki. Tapi ketika konflik diselesaikan dengan cara yang sehat, dapat meningkatkan pemahaman tentang satu sama lain, membangun kepercayaan, dan memperkuat ikatan hubungan.


Jika anda tidak menyadari nurani anda atau sangat stres sehingga anda hanya memperhatikan sejumlah emosi terbatas, anda tidak akan dapat memahami kebutuhan diri sendiri. Dan, jika anda tidak memahami kebutuhan diri sendiri, anda akan memiliki waktu sulit berkomunikasi dengan orang lain dan tetap berhubungan dengan apa yang sebenarnya mengganggu anda. Misalnya, pasangan sering berdebat tentang perbedaan kecil, cara isteri menggantungkan handuk, cara suami menyeruput supnya, bukan dari apa yang benar-benar mengganggu mereka.

Kemampuan untuk berhasil menyelesaikan konflik tergantung pada kemampuan anda untuk: 
  • Mengelola stres dengan cepat sambil tetap waspada dan tenang. Dengan tetap tenang, anda secara akurat dapat membaca dan menafsirkan komunikasi verbal dan nonverbal. 
  • Mengontrol emosi dan perilaku. Ketika anda berada dalam kendali emosi anda, anda dapat mengkomunikasikan kebutuhan tanpa mengancam, menakutkan, atau menghukum orang lain. Perhatikan perasaan yang diungkapkan serta kata-kata yang diucapkan orang lain. 
  • Menyadari dan menghormati perbedaan. Dengan menghindari kata-kata dan tindakan yang tidak sopan, anda dapat hampir selalu menyelesaikan masalah lebih cepat. 
Untuk berhasil menyelesaikan konflik, anda perlu belajar dan berlatih dua keterampilan inti: kemampuan cepat untuk mengurangi stres pada saat terjadi dan kemampuan tetap merasa nyaman dengan emosi anda sehingga bereaksi dengan cara yang konstruktif bahkan di tengah-tengah suatu argumen atau serangan yang terasa.

Sumber : http://www.helpguide.org/mental/eq8_conflict_resolution.htm

Konflik Mungkin Terasa Lebih Mengancam Anda Daripada Yang Sebenarnya

Apakah anda takut konflik atau menghindarinya bagaimanapun konsekuensinya? Jika persepsi anda tentang konflik berasal dari kenangan menakutkan atau menyakitkan dari hubungan yang tidak sehat sebelumnya atau masa kecil, anda mungkin menyangka semua perbedaan pendapat pada saat ini berakhir buruk. 

Anda dapat melihat konflik dalam hubungan sebagai demoralisasi, memalukan, berbahaya, dan sesuatu yang perlu ditakutkan. Jika pengalaman awal kehidupan juga membuat anda merasa di luar kendali dan tak berdaya, konflik bahkan mungkin membuat anda trauma.

Konflik tidak bisa dihindarkan, hadapilah
Jika anda memandang konflik sebagai berbahaya, hal itu cenderung menjadi ramalan pemenuhan diri sendiri. Ketika anda masuk ke situasi konflik yang sudah terasa sangat terancam, sangat sulit untuk menangani masalah yang dihadapi dengan cara yang sehat. Sebaliknya, anda lebih mungkin untuk diam atau meledak dalam kemarahan.


Sumber : disini

Memahami Konflik Dalam Hubungan

Konflik timbul karena perbedaan, baik besar maupun kecil. Hal ini terjadi ketika orang tidak setuju atas nilai-nilai, motivasi, persepsi, ide, atau keinginan mereka. Kadang-kadang perbedaan ini muncul sepele, tetapi ketika konflik memicu perasaan yang kuat, kebutuhan pribadi yang mendalam sering menjadi inti masalah. Kebutuhan ini bisa merupakan suatu kebutuhan untuk merasa aman dan terlindungi, suatu kebutuhan untuk merasa dihormati dan dihargai, atau suatu kebutuhan untuk kedekatan dan keintiman yang lebih besar.

Konflik muncul dari kebutuhan yang berbeda
Setiap orang perlu merasa dimengerti, dirawat, dan didukung, tetapi cara-cara pemenuhan kebutuhan ini bervariasi. Perbedaan kebutuhan untuk merasa nyaman dan aman menciptakan beberapa tantangan yang paling berat dalam hubungan pribadi dan profesional.
Pikiran bertentangan mengenai kebutuhan untuk keselamatan dan kelangsungan versus kebutuhan untuk menjelajahi dan mengambil risiko.
Kebutuhan kedua belah pihak memainkan peran penting dalam keberhasilan jangka panjang sebagian besar hubungan, dan masing-masing layak mendapatkan rasa hormat dan pengertian.

Dalam hubungan pribadi, kurangnya pemahaman tentang kebutuhan yang berbeda dapat mengakibatkan jarak, argumen, dan perpisahan. Dalam konflik kerja, kebutuhan yang berbeda sering merupakan jantung sengketa yang pahit, kadang-kadang menghasilkan kesepakatan yang rusak, keuntungan lebih sedikit dan kehilangan pekerjaan.
Ketika anda dapat mengenali legitimasi kebutuhan yang saling bertentangan dan bersedia menilainya dalam suatu lingkungan pemahaman penuh kasih, hal ini akan membuka jalan untuk pemecahan masalah yang kreatif, pembentukan tim, dan hubungan yang membaik.

Sumber : http://www.helpguide.org/mental/eq8_conflict_resolution.htm

Membangun Keterampilan yang Bisa Merubah Konflik menjadi Peluang

Konflik adalah bagian normal dari setiap hubungan yang sehat. Bagaimanapun, dua orang tidak dapat diharapkan untuk setuju pada segala sesuatu, sepanjang waktu. Belajar bagaimana menangani konflik daripada menghindarinya, sangat penting. Ketika konflik salah ditangani, hal ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi hubungan, tetapi ketika ditangani dengan cara positif yang penuh rasa hormat, konflik memberikan kesempatan untuk memperkuat ikatan antara dua orang. Dengan belajar keterampilan memecahkan konflik, anda dapat menjaga hubungan pribadi dan profesional yang kuat dan berkembang.



Memahami Konflik Dalam Hubungan
Konflik Mungkin Terasa Lebih Mengancam Anda Daripada Yang Sebenarnya
Pemecahan Konflik Yang Sukses Tergantung Pada Kemampuan Anda Untuk Mengatur Stres Dan Emosi Anda
Melegakan Stres Dengan Cepat: Keterampilan Memecahkan Konflik Inti Yang Pertama
Kesadaran Emosional: Keterampilan Memecahkan Konflik Inti Yang Kedua
Komunikasi Nonverbal Memainkan Peran Besar Dalam Pemecahan Konflik
Humor Dan Kebijaksanaan Yang Dapat Digunakan Memadamkan Konflik Secara Efektif
Tips Mengelola Dan Menyelesaikan Konflik
101 Macam Konflik
Cara Sehat Dan Tidak Sehat Dalam Mengelola Dan Menyelesaikan Konflik
Sumber : http://www.helpguide.org/mental/eq8_conflict_resolution.htm